Peningkatan Hasil Belajar Matematika Materi Jaring-Jaring Balok Dan Kubus Melalui Pendekatan Realistic Mathematic Education Peserta Didik Kelas Iv Sd N 1 Karangbener
Bibliographic record
Abstract
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan siklus-siklus. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan dua pertemuan pada setiap siklusnya. Sebelum penelitian tindakan kelas dilaksanakan, hasil belajar matematika peserta didik kelas IV SD N 1 Karangbener pada materi jaring-jaring balok dan kubus yaitu 60 dengan KKM 65, dan persentase ketuntasan baru mencapai 43% dari 14 peserta didik. Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor , diantaranya guru masih menggunakan metode ceramah, guru belum menerapkan permasalahan realistik dalam pembelajaran. Berdasarkan keadaan ini, penelitian tindakan kelas dilakukan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ada peningkatan hasil belajar matematika, aktivitas belajar peserta didik, dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran materi jaring-jaring balok dan kubus dengan diterapkannya pendekatan realistic mathematic education pada peserta didik kelas IV SDN 1 Karangbener. Tujuan penelitian ini adalah menemukan peningkatan hasil belajar matematika, aktivitas belajar peserta didik, dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran materi jaring-jaring balok dan kubus setelah diterapkan pendekatan Realistic Mathematic Education pada peserta didik kelas IV SDN 1 karangbener. Pendekatan realistic mathematic education adalah suatu pendekatan pembelajaran yang mengaitkan pelajaran dengan realita dan pengalaman peserta didik. Sehingga peserta didik akan dapat menemukan sendiri konsep-konsep matematika melalui pengalaman belajar secara nyata yang dialami selama pembelajaran. Hasil belajar matematika adalah hasil perubahan tingkah laku yang dihasilkan seseorang dari pengalaman belajar matematika yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Materi dalam penelitian ini adalah jaring-jaring balok dan kubus. Jaring-jaring balok adalah rangkaian enam buah persegi panjang yang jika dibentuk akan membentuk bangun ruang balok, sedangkan jaring-jaring kubus adalah rangkaian enam buah persegi yang jika dibentuk akan membentuk bangun ruang kubus. Hipotesis penelitian ini adalah ada peningkatan hasil belajar matematika materi jaring-jaring balok dan kubus melalui pendekatan realistic mathematic education peserta didik kelas IV SDN 1 Karangbener. Setiap siklus dalam penelitian ini terdiri dari empat komponen yaitu perencanaan, pelaksanaan dan observasi, dan refleksi. Instrumen yang dipakai adalah soal tes dan lembar observasi. Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data kualitatif dan tes digunakan untuk mengumpulkan data kuantitatif. Instrumen tes divalidasi dengan menggunakan validitas isi. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas pembelajaran matematika melalui pendekatan realistic mathematic education meningkat di setiap siklus. Pada siklus 1 nilai rata-rata peserta didik 69 dengan persentase ketuntasan hasil belajar klasikal 71%, sedangkan pada siklus 2 nilai rata-rata peserta didik mencapai 80 dengan persentase ketuntasan hasil belajar klasikal 93%. Sedangkan aktivitas belajar peserta didik pada siklus 1 memperoleh nilai 2.7 dengan kriteria penilaian pada kategori baik. Dan pada siklus 2 aktivitas belajar peserta didik memperoleh nilai 3.28 berada pada kategori sangat baik. Kemudian pada pengelolaan pembelajaran realistic mathematic education pada siklus 1 memperoleh nilai 2.92 dengan kriteria penilaian pada kategori baik dan pada siklus 2 memperoleh nilai 3.58 berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendekatan realistic mathematic education dapat meningkatkan hasil belajar matematika , aktivitas belajar, dan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran materi jaring-jaring balok dan kubus pada peserta didik kelas IV SD N 1 Karangbener. Saran bagi peneliti selanjutnya yang menerapkan pendekatan realistic mathematic education dalam pembelajaran matematika agar memperhatikan konteks yang digunakan, konteks tidak harus dari masalah dunia nyata melainkan bisa dari permainan-permainan tradisional agar dapat mencerminkan budaya Indonesia, kemudian penggunaan alat peraga dan situasi lain yang bermakna dan bisa dibayangkan peserta didik.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.001 | 0.000 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.001 |
| Open science | 0.003 | 0.000 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.023 | 0.000 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".