Implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam Mendukung Disiplin Nasional
Bibliographic record
Abstract
Pendahuluan GBHN 1993 telah menetapkan sasaran umum PJP II ialah terwujudnya kualitas manusia dan kualitas masyarakat Indonesia yang maju dan mandiri dalam suasana tenteram, sejahtera lahir dan batin dalam tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945. Selanjutnya GBHN juga mengamanatkan bahwa pembangunan pendidikan diarahkan untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia serta kualitas sumber daya manusia dan memperluas serta meningkatkan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan termasuk pendidikan di daerah terpencil, sehingga bangsa Indonesia lebih siap memasuki tahap tinggal landas dan lebih tangguh memasuki era kebangkitan nasional kedua. Dengan ditetapkannya titik berat pembangunan pada bidang ekonomi seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, maka pendidikan makin menduduki peranan yang sangat penting dan strategis. Sejalan dengan hal tersebut, maka peningkatan pemerataan pada perguruan tinggi di seluruh wilayah tanah air sebagai perwujudan Wawasan Nusantara, dengan tetap mempertimbangkan kualitas dan memperhatikan potensi perguruan tinggi secara proporsional. Dengan demikian potensi, .inisiatif, dan daya kreasi setiap perguruan tinggi dapat dikembangkan sepenuhnya, termasuk pemanfaatan, pengembangan, dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan dilandasi pada 4 strategi kebijakan dasar pendidikan, yakni pemerataan kesempatan belajar, peningkatan kualitas pendidikan, peningkatan relevansi pendidikan dengan pembangunan, dan peningkatan efisiensi internal serta efktivitas pengelolaan pendidikan. Namun demikian perlu diperhatikan juga agar upaya pemerataan tidak menurunkan daya saing pendidikan tinggi nasional terhadap dunia luar dalam era globalisasi yang berada di ambang pintu. GBHN 1993 juga menegaskan bahwa Pendidikan Tinggi harus terus dibina dan dikembangkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik dan profesional serta kemampuan kepemimpinan yang tanggap terhadap kebutuhan pembangunan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di samping itu, juga mampu me1ahirkan manusia yang berjiwa penuh pengabdian, dan memiliki rasa tanggung. jawab yang besar tehadap masa depan bangasa dan negara. Misi khusus pendidikan tinggi adalah (1) mempersiapkan kader pemimpin bangsa dan (2) menyiapkan sumberdaya manusaia yang berkemampuan lanjut di masa depan atau dengan wawasan kepemimpinan dan wawasan keunggulan. Wawasan kepemimpinan dengan ciri (a) orientasi ke masa depan, (b) landasan pola pikir ilmiah, (c) landasan pola kerja yang efektif dan efisien. Wawasan kepemimpinan harus mampu mengembangkan tiga hal: wawasan nasional, visi bangsa dan kemampuan kepemimpinan. Dalam pada itu, era globalisasi ditandai oleh perubahan yang sangat cepat, di mana pasar makin terbuka yang berarti persaingan pun makin tajam. Sebagai salah satu negara yang menganut sistem ekonomi yang terbuka dan sebagai anggota AFTA,
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.001 | 0.000 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.001 |
| Open science | 0.001 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.099 | 0.040 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".