SAYID QUTUB DAN TAFSIRNYA FĪ ZHILĀL AL-QUR’ĀN (METODOLOGI TAFSIR DAN PEMAHAMAN NASAKH)
Bibliographic record
Abstract
Salah satu mufassir kontemporer yang banyak dilirik oleh kaum muslimin dewasa ini, adalah Sayid Qutub.Beliau memiliki banyak pemikiran baru melalui perenungannya terhadap ayat-ayat Al-Quran, dan karena pemikirannya yang cerdas dan cemerlang itu, namanya dikenal secara luas di dunia Islam dewasa ini.Sayid Qutub melalui perenungan dan pemahamannya secara akurat terhadap ayatayat Al-Quran, menyebabkan dirinya melahirkan sebuah karya tafsir dengan sosoknya yang khas.Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan metodologi tafsir dan pemahaman nasakh Sayid Qutub dalam tafsir yang diberinya judul Fī Zhilāl al-Qur"ān yang sangat kaya dengan metodologi, dan salah satu keunikannya adalah teknik interpretasinya dalam masalah nasakh dalam Al-Quran.Metode yang digunakan adalah kualitatif deksriptif, di mana data-datanya diambil melalui riset kepustakaan yang sesuai dengan pembahasan kajian.Data primer diambil dari literatur sedangkan sumber data sekunder diambil dari dokumendokumen pendukung.Hasil kajian ini mengungkapkan bahwa pada umumnya mufassir di era kontemporer memiliki kecenderungan untuk mela hirkan karya dengan metode tematik, terutama kalangan mufassir yang bergelut dalam dunia akademik.Namun beda halnya dengan Sayid Qutub yang walaupun dia berg elut dalam dunia akademik, justru yang mejadi penekanan dalam karya tafsirnya adalah pada metode tahlīliy yang bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat Al-Quran dari seluruh aspeknya secara runtut sebagaimana yang tersusun dalam mushaf.Adapun sumber penafsirannya adalah dalil-dalil ma"śūr dan ra"yu.Kemudian dalam menganalisis ayat, Sayid Qutub senantiasa mendasarkan dirinya pada cara tashwīr, tajsīm, juga mengungkap kisah, dan ayat-ayat tersebut diuraikannya dengan menggunakan bahasa sastra yang indah.Menurut Sayid Qutub, nasakh dalam Al-Quran bukan sebagai "penghapus", tetapi nasakh adalah identik dengan teori "al-Munāsabah", yakni keterkaitan siyāq al-āyah yang turun sebelumnya dengan ayat yang datang
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.003 |
| Scholarly communication | 0.002 | 0.002 |
| Open science | 0.000 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.013 | 0.003 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".