IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH \n(SIPD) DALAM MEWUJUDKAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN \nDAERAH YANG BERKUALITAS (Studi pada Badan Perencanaan \nPembangunan Daerah Kabupaten Tulang Bawang)
Bibliographic record
Abstract
Perencanaan yang berkualitas diperlukan agar pembangunan dapat terlaksana \ndengan baik yang didukung dengan ketersediaan data dan informasi yang lengkap \ndan akurat. Namun masih terbatasnya ketersediaan data dan informasi yang akurat \ndapat menghambat tercapainya perencanaan pembangunan yang berkualitas \ntermasuk data yang ada pada BAPPEDA Kabupaten Tulang Bawang. Oleh karena \nitu pemerintah mengeluarkan kebijakan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah \n(SIPD) dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019. SIPD \nadalah sebuah sistem yang dibuat sebagai wujud pemanfaatan dan merealisasikan \nteknologi dalam perencanaan. Implementasi SIPD peneliti analisis melalui teori \nimplementasi dari George C. Edward yang bertujuan untuk mengetahui \nimplementasi SIPD dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang \nberkualitas di Kabupaten Tulang Bawang serta mengetahui faktor yang \nmendukung dan menghambat dari pelaksanaan kebijakan SIPD di BAPPEDA \nKabupaten Tulang Bawang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu \ndeskriptif dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil analisa yang dilakukan \npeneliti, dapat disimpulkan bahwa implementasi kebijakan SIPD yang di terapkan \nBAPPEDA Kabupaten Tulang Bawang menghasilkan perencanaan pembangunan \nyang berkualitas. Hal tersebut diukur melalui proses penyusunan dokumen \nperencanaan, empat indikator perencanaan pembangunan yang berkualitas dari \nBAPPEDA, serta empat faktor yang mempengaruhi implementasi dari teori \nEdward III yakni komunikasi, sumber daya, disposisi, serta struktur birokrasi. \nMeskipun begitu, terdapat faktor penghambat dalam mengimplementasikan SIPD \nyaitu sumber daya manusia yang kurang berkompeten, informasi tentang \nkepatuhan pelaksana yang kurang lengkap, serta fasilitas mengenai jaringan yang \nkurang stabil. \nKata Kunci : Implementasi, SIPD, Perencanaan Pembangunan, Berkualitas
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.004 | 0.004 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.004 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.003 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.002 |
| Open science | 0.003 | 0.003 |
| Research integrity | 0.002 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.000 | 0.000 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".