Pengembangan Kemasan Produk Dodol Kentang Khas Kerinci dengan Mempertimbangkan Preferensi Konsumen
Bibliographic record
Abstract
Kerinci memiliki banyak potensi terutama berkaitan dengan pengembangan sektor pariwisatanya. Karena hal tersebut banyak wisatawan yang datang ke Kerinci untuk berwisata. Seperti yang kita tahu bahwa setiap kota yang ada di Indonesia pasti mempunyai jajanan khasnya masing-masing. Salah satunya produk yang berasal dari Kabupaten Kerinci yaitu Dodol Kentang. Dodol Kentang adalah makanan atau cemilan khas Kabupaten Kerinci yang merupakan pusat penghasil tanaman kentang di Provinsi Jambi. Hasil kuesioner dari 138 responden didapatkan nilai teringgi sebesar 37,7% bahwa kemasan produk Dodol Kentang perlu untuk dikembangkan. Dodol Kentang dari tahun ketahun tidak ada perubahan dari sisi kemasannya. Sehingga kita perlu melakukan perubahan agar produk Dodol Kentang ini dapat berkembang dan semakin banyak peminatnya dari luar daerah. \nPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain kemasan produk Dodol Kentang khas Kerinci. Dengan melakukan pengembangan kemasan produk Dodol Kentang berdasarkan preferensi konsumen diharapkan minat pelanggan akan semakin meningkat begitu pula dengan penjualan yang semakin tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Stage Gate yang efektif dalam membuat, mengembangkan, hingga meluncurkan sebuah produk dan dapat mengakomodasi semua kebutuhan dan keinginan konsumen serta mengurangi risiko kegagalan dalam pengembangan produk. \nBerdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, kriteria yang didapatkan berdasarkan yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen yaitu Desain kemasan, Informasi produk jelas, Bentuk dodol, Rasa, dan Harga terjangkau. Rancangan akhir produk Dodol Kentang terdiri dari desain kemasan berupa box yang ada sekat pembatasnya, bentuk dodol disesuaikan dengan bentuk sekat kemasan yaitu persegi, varian rasa yang dipilih yaitu matcha dan redvelvet. Lalu, desain luar kemasan dibuat semenarik mungkin dan menampilkan ciri khas Kerinci serta kelengkapan perizinan usaha dan informasi.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.001 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.002 | 0.004 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.001 | 0.002 |
| Open science | 0.002 | 0.001 |
| Research integrity | 0.002 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.001 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".