Kampanye Sosial Untuk Menyikapi Fase Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Di Kota Bandung. \nRifki Pathusowab Selamet: 186010010
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Manusia memiliki tahap perkembangan paling kompleks dalam rentang \nkehidupannya. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga lanjut usia. Setiap \ntahap perkembangan tersebut memiliki karakteristik, kecenderungan, serta tuntutan \nberbeda-beda yang harus dipenuhi oleh individu. Tidak terkecuali pada fase masa \nremaja yang seringkali dianggap sebagai periode perkembann individu yang paling \npenting dan menentukann dalam rentang perkembangannya. Akan tetapi seiring \ndengan berakhirnya masa individu menjalani masa remajanya tuntutan dan tekanan \njustru semakin besar karena individu akan memasuki masa dewasa yang kompleks. \nReaksi yang muncul dalam menyambut masa dewasa ini bermacam-macam. Ada \nindividu yang antusias, dan ada juga yang merasa khawatir karena tidak memiliki \npersiapan yang cukup. Kondisi dimana reaksi yang berbeda-beda mulai \nbermunculan, fase tersebut dikenal dengan istilah emerging adulthood. Banyak \nindividu di usia 20-an tahun mulai ragu dengan kompetensi yang dimiliki, merasa \nbingung dengan tujuan hidup, serta membandingkan diri dengan orang lain yang \npencapaiannya sudah lebih baik dari individu lainnya. Kondisi ini dalam psikologi \ndisebut dengan istilah Quarter Life Crisis atau krisis pada rentan usia 20-30an \ntahun, ini adalah periode Ketika individu merasa khawatir dan cemas tentang masa \ndepan dan mulai mempertanyakan Kembali apa yang menjadi tujuan hidupnya. \nMaka dari itu dibutuhkannya upaya kampanye sosial agar menjadi tau fase apa yang \nsedang dialaminya dan bangaimana cara menyikapi fase Emerging Adulhood \n(Quarter Life Crisis). Kampanye sosial ini dirancang menggunakan metode AISAS \ndimana didalamnya ada beberapa tahapan attetion, interest, search, action, dan \nshare. Pesan kampanye sosial ini disampaikan melalui perancangan desain di media \nsosial yang mudah dijangkau oleh target, sehingga pesan yang dirancang akan \ndisampaikan dengan mudah diterima oleh target. \nKata kunci : Kampanye Soaial, Emerging Adulhood, Quarter Life Crisis
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.006 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.003 | 0.007 |
| Science and technology studies | 0.048 | 0.008 |
| Scholarly communication | 0.004 | 0.006 |
| Open science | 0.006 | 0.002 |
| Research integrity | 0.002 | 0.004 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.018 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it