KAJIAN KETERSEDIAAN DAN KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU PUBLIK DI KOTA CIREBON
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Kota Cirebon dalam PP No.26 Tahun 2008 dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Kota Cirebon merupakan sebagai pusat kegiatan nasional (PKN) di wilayah jawa barat bagian timur dan menjadi kawasan andalan ciayumajakuning dan sekitarnya sehingga pertumbuhan akan pembangunan sarana dan prasarana penunjang akan semakin bertambah, hal itu menyebabkan kebutuhan akan seperti perkantoran, permukiman, perdagangan ataupun jasa meningkat hal itu menyebabkan kualitas lingkungan akan berkurang sehingga keberadaan ruang terbuka hijau akan semakin terancam keberadaanya sebagai paru-paru kota atau wilayah, oleh karena itu di butuhkannya suatu arahan penyediaan RTH Kota sebagai acuan dalam pelaksanaan pemeliharaan dan pelestarian RTH kota. \nKota Cirebon memiliki luas RTH Publik Eksisting seluas 324,28 Ha atau 8,29% dari luas wilayah kota. RTH Publik di Kota Cirebon belum sesuai dengan ketentuan yang ada dan juga belum memenuhi ketentuan standar Permen PU No. 5/PRT/M/2008. Berdasarkan hasil analisis bahwa kebutuhan RTH Publik di Kota Cirebon seluas 947,08 Ha atau 24,17 % dari luas wilayah kota. Dengan demikian masih kurangnya RTH sebesar 11,71% dari luas wilayah kota Sesuai ketetuan standar Permen PU No. 5/PRT/M/2008 yang mewajibkan minimal Ruang Terbuka Hijau Publik sebesar 20% dari luas wilayah kota. (Dinas Pertamanan dan Kebersihan kota Cirebon 2016) \nAdapun tujuan yang ingin dicapai dalam studi ini adalah untuk mengetahui ketersediaan dan kebutuhan ruang terbuka hijau publik di Kota Cirebon serta mengetahui potensi dan arahan rencana pengembangan ruang terbuka hijau publik di Kota Cirebon \nDalam melakukan studi penelitian ini metodologi yang dipakai untuk studi penelitian ini terdapat 3 (tiga) bagian yang dimana dilakukan secara terpisah meliputi metode pendekatan studi yakni dengan menggunakan analisis kuantitatif deskriptif, metode pengumpulan data dengan cara survey primer dan survey sekunder dan metode analisis dilakukan dengan analisis ketersediaan ruang terbuka hijau, analisis kebutuhan ruang terbuka hijau, analisis potensi ruang terbuka hijau dan analisis arahan rencana pengembangan RTH publik.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.003 | 0.002 |
| Science and technology studies | 0.033 | 0.009 |
| Scholarly communication | 0.007 | 0.006 |
| Open science | 0.003 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.007 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it