MétaCan
Menu
Back to cohort
Record W7033506488

QUR’ANIC WORLDVIEW RAHMANIAN DI INDONESIA
\n(Studi Pemikiran Nurcholis Madjid, Ahmad Syafii Maarif dan
\nSahiron Syamsuddin)

2022· dissertation· id· W7033506488 on OpenAlexaboutno aff

Bibliographic record

VenueDigital Library UIN Sunan Kalijaga (Sunan Kalijaga State Islamic University) · 2022
Typedissertation
Languageid
FieldSocial Sciences
TopicMedia, Gender, and Advertising
Canadian institutionsnot available
Fundersnot available
KeywordsWifeBlack womenPillar
DOInot available

Abstract

fetched live from OpenAlex

Kajian metodologi interpretasi al-Qur‟an Fazlur Rahman, Double Movement,
\nsudah mencapai titik jenuh di Indonesia. Hal itu terbukti dari banyaknya pengulangan
\nkajian baik dari segi metodologi atau aplikasi. Rahman tidak saja mempengaruhi “muridmuridnya”
\ndi Indonesia dalam sisi metodologi tafsir, melainkan lebih luas dari itu yakni
\nqur‟anic worldview. Semua itu dapat diketahui dari bagaimana para Rahmanian di
\nIndonesia mengadopsi, mengembangkan dan mengaplikasi qur‟anic worldview Rahman
\nsecara variatif.
\nDalam perspektif teori difusi, qur‟anic worldview Rahman menyebar dalam dua
\ncara ke Indonesia: secara interpersonal dan melalui media massa. Tokoh pemikir
\nNurcholis Madjid (Cak Nur) dan Ahmad Syafii Maarif (Buya Syafii) yang bertemu dan
\nberguru langsung di Chicago University mewakili model interpersonal. Sedangkan tokoh
\nSahiron Syamsuddin, seorang akademisi ilmu tafsir, terpengaruh melalui media massa.
\nPertanyaan seputar bagaimana proses persebaran qur‟anic worldview sampai kemudian
\ndiadopsi, diimplementasi dan direinvensi (dikembangkan) secara variatif oleh ketiga
\ntokoh itu? Serta sebagai contoh kasus aplikatif, bagaimana ketiga tokoh memandang ayatayat
\njihad? Akan dielaborasi penuh dalam tesis ini.
\nHasilnya, ketiga tokoh mengalami “perubahan” signifikan dalam konteks
\npemikiran masing-masing setelah mengadopsi qur‟anic worldview Rahman. Cak Nur
\ntidak mengalami perubahan “haluan” pemikiran, namun pengaruh Rahman terkait
\nkeislaman dan kemodernan sangat terlihat sebelum (1965-1978) dan setelah belajar
\ndengan Rahman (tahun 1985-2005) sampai kemudian dikembangkan menjadi keislamankemodernan-
\nkeindonesiaan. Buya Syafii lain lagi, sebelum bertemu Rahman adalah
\nseorang Maududian sejati (1968-1979) yang sangat menginginkan Indonesia menjadi
\nnegara Islam. Namun setelah bertemu Rahman (1980-2022) Buya Syafii adalah
\nRahmanian sejati dan mengadopsi pemikiran Rahman, terutama terkait keislaman dan
\nkemanusiaan, sampai kemudian dikembangkan menjadi keislaman-kemanusiaankeindonesiaan.
\nAdapun Sahiron, sejak studi di McGill University, adalah Syahrurian
\n(1998-2005). Bahkan, Sahiron menjadi tokoh yang memperkenalkan pemikiran Syahrūr
\ndi Indonesia. Namun setelah menyelesaikan studi doktoral di Bemberg University,
\nGermany (2006), Sahiron menyadari banyak kelemahan dalam teori Syahrūr. Setelah
\nmasa pencarian, sampai tahun 2014, Sahiron menjelma seorang Rahmanian, melalui
\nteorinya Ma‟nā-cum-Maghzā. Uniknya, jika Cak Nur mengembangkan qur‟anic
\nworldview Rahman, secara filosofis, Buya Syafii lebih memilih jalur intelektual publik
\nyang menulis secara populer di media massa, sedangkan Sahiron jelas teoritikmetodologis.
\nDalam memandang ayat-ayat jihad, ketiganya mempunyai aksentuasi dan gaya
\nyang variatif. Cak Nur mengelaborasi jihad secara filosofis dalam kerangka keislamankemodernan-
\nkeindonesiaan. Jihād yang lebih fisikal tidak boleh didikotomi dengan
\nijtihād (dimensi intelektual) dan mujāhadah (spiritual), termasuk dalam memahami baik
\nayat al-Qur‟an atau konsep dār as-salām dan dār al-harb. Buya Syafii menekankan jihād
\nsebagai perjuangan kemanusiaan dalam membangun peradaban manusia yang “Islami”.
\nHanya memaknai jihād dalam arti perang atau aksi kekerasan, sama dengan harakiri
\nperadaban. Adapun Sahiron, melalui pendekatan Ma‟nā-cum-Maghzā berhasil
\nmewacanakan maghzā-dinamis dari setiap ayat-ayat jihad dalam al-Qur‟an sebagai
\nberpesan dasar perdamaian.

Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.

How this classification was reachedexpand

Full frame distilled prediction

Teacher imitation

Not calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.

metaresearch head score (Codex)0.001
metaresearch head score (Gemma)0.000
Version: codex-gemma-dda1882f352aValidation status: machine_predicted_unvalidated
Candidate categoriesMeta-epidemiology (narrow), Science and technology studies, Scholarly communication, Open science, Research integrity, Insufficient payload (model declined to judge)
Consensus categoriesMeta-epidemiology (narrow), Research integrity, Insufficient payload (model declined to judge)
DomainCandidate signal: none · Consensus signal: none
Study designCandidate signal: Not applicable · Consensus signal: none
GenreCandidate signal: Empirical · Consensus signal: Empirical
Teacher disagreement score0.721
Threshold uncertainty score1.000

Codex and Gemma teacher scores by category

CategoryCodexGemma
Metaresearch0.0010.000
Meta-epidemiology (narrow)0.0040.005
Meta-epidemiology (broad)0.0040.003
Bibliometrics0.0040.009
Science and technology studies0.0050.002
Scholarly communication0.0040.012
Open science0.0060.002
Research integrity0.0020.004
Insufficient payload (model declined to judge)0.0040.001

Machine scores (provisional)

The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.

Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.

Opus teacher head0.013
GPT teacher head0.229
Teacher spread0.216 · how far apart the two teachers sit on this one work
Validation statusscore_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it

Classification

machine, unvalidated

Machine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.

Study designNot applicable
Domainnot available
GenreEmpirical

How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".

Quick stats

Citations0
Published2022
Admission routes1
Has abstractyes

Explore more

Same venueDigital Library UIN Sunan Kalijaga (Sunan Kalijaga State Islamic University)Same topicMedia, Gender, and AdvertisingFrench-language works237,207