Akibat Hukum atas Terjadinya Perceraian dalam Perkawinan Di Bawah Umur Terhadap Status Harta Asal Menurut Hukum Adat Nias
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Perkawinan di bawah umur merupakan perkawinan yang dilakukan oleh \nseseorang yang belum mencapai batas umur tertentu untuk melakukan perkawinan. \nHal tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. \nFaktanya, secara hukum adat umur seseorang bukanlah penentu apakah orang tersebut \ndapat melakukan perkawinan atau tidak melainkan bentuk tubuh atau fisik Akibatnya, \nhal tersebut menimbulkan suatu permasalahan yaitu apabila dalam perkawinan \ntersebut terjadi perceraian yang berpengaruh pada harta perkawinan terutama harta \nbawaan. Secara Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, harta \nbawaan merupakan urusan dari masing-masing pihak. masing-masing pihak, baik \npihak suami maupun istri, memiliki hak untuk melakukan perbuatan hukum atas harta \nbawaan yang dibawanya. Namun dalam hukum, apabila bercerai maka pembagian \nharta tersebut mengikuti sistem perkawinan yang dianut oleh masyarakat adat \nsetempat. Pada sistem perkawinan patrilineal, apabila terjadi perkawinan maka pihak \nperempuan akan masuk kedalam keluarga pihak laki-laki beserta harta dan anak-anak \nyang lahir dalam perkawinan tersebut. Jika perceraian terjadi maka seluruh harta pihak \nperempuan beserta anak-anak yang lahir dalam perkawinan akan berada dibawah \nkekuasaan pihak suami dan keluarga pihak suami. Hal ini tentunya tidak sesuai dengan \nketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan. Oleh \nkarena itu artikel ini akan membahas Apakah akibat hukum terhadap status harta asal \ndalam perceraian pada perkawinan di bawah umur terhadap masing-masing pihak \nmenurut hukum adat Nias sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1974 ? \n
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.000 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.000 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.002 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.000 | 0.001 |
| Open science | 0.002 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.001 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.008 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it