Eksperimentasi Pembuatan Aransemen Lagu Daerah Madura Berjudul "Tanduk Majeng" Untuk Ansambel Tiup Kayu.
Why this work is in the frame
A frame that forgets how it found something cannot be audited. These are the routes that admitted this work.
Bibliographic record
Abstract
Kebudayaan merupakan hubunggan manusia, masyarakat dan kcbudayaan yang mana antara satu dan lainnya saling erat terkait. Kebudayaan itu timbul adanya kehidupan bermasyarakat. Adanya kebersamaan itulah para nelayan di pesisir pantai dengan kehidupan dan kebiasaan sehari - hari, lewat seorang seniman tradisi terciptalah lirik lagu dengan not angka dan nada yang pentatonic. Hingga saat ini lagu tersebut masih di gemari masyarakat. \nDalam pembuatan arransemen ini di jumpai dua lagu" Tanduk Majeng ", pertama di ciptakan Amirrudin Tjitrakusuma, kedua NN. Lagu NN merupakan \npenggabungan dua lagu antara lain : lagu " Tanduk Majeng " dan lagu " 0/le 01/ang " juga terdapat adanya perubahan nada pada ke dua lagu. Dalam pembuatan karya tuHs dengan judul Ekspcrimentasi Pembuatan Arransemen Lagu Dearah Madura Berjudul " Tanduk Majeng " Untuk Ansambel Tiup Kayu, lagu yang di pilih " Tanduk Majeng " NN, karena lagu NN terdapat terdapat Tema Utama, Pengembangan Tema dan Kontras. \nLagu " Tanduk Majeng " menjadi ide dasar dalam pembuatan arransemen dengan menggunakan satu kelompok instrumen tiup kayu antara lain : Flute, Oboe, Klarinet dan Fagot. Lagu " Tanduk Majeng " dalam seni tradisi, di coba untuk di arransemen dengan menggunakan intrumen modem. \nProses pembuatan arransemen tersebut dijumpai beberapa permasalahan ketika di temukan dua lagu " Tanduk Majeng " dan bentuk Filler atau bunyi sisipan dalam irama tradisi di ubah menjadi omamen bunyi dalam arransemen yang di mainkan oieh instrumen flute. Meski demikian tidak me: gurangi keindahan bentuk aslinya. \nDalam pembuatan arransemen di kembangkan melodi, harmoni pengiring dan keselarasan bunyi agar arransemen tidak terkesan moncton, pembuatan arransemen ini di maksudkan sebagai perwujudan suatu seni tradisi yang di ekspresikan melalui nada yang di hasilkan instrumen modem.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.001 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.002 |
| Scholarly communication | 0.000 | 0.000 |
| Open science | 0.001 | 0.000 |
| Research integrity | 0.003 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.000 | 0.001 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from it