Arahan pengembangan penyediaan ruang terbuka hijau publik di Kecamatan Tallo dan Kecamatan Bontoala Kota Makassar
Bibliographic record
Abstract
Saat ini, Kota Makassar merngalami kerkurrangan Rurang Terrburka Hijaur yang sangat jerlas. Masalah ini berrdampak pada berberrapa hal. Perrtama, sertiap tahurn Kota Makassar merngalami banjir sercara rurtin. Kerdura, jaminan akan urdara berrsih tidak dapat dijamin 100% lagi karerna tingginya polursi kerndaraan dan berberrapa indurstri yang berrada di kota ini. Perngarurh perrurbahan iklim global jurga murlai terrasa tidak serimbang. Serlain itur, kerberrsihan lingkurngan jurga mernjadi perrhatian karerna banyaknya sampah yang berrserrakan di ruras-ruras kota, yang mermperngarurhi kertidaknyamanan lingkurngan serrta mernjadi salah satur pernyerbab banjir dan mernyerbabkan berrkurrangnya kerterrserdiaan air berrsih urnturk masyarakat. Kota Makassar menghadapi tantangan besar terkait kekurangan Ruang Terbuka Hijau (RTH), yang berdampak negatif pada berbagai aspek lingkungan dan kenyamanan kota. Masalah ini diperparah oleh alih fungsi lahan di perkotaan yang menyebabkan penurunan ruang hijau karena konversi menjadi kawasan terbangun. Namun, implementasi yang kurang efektif menyebabkan ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi RTH di kota ini. Penelitian ini menggunakan metode analisis superimpose dan analisis deskriptif untuk mengevaluasi kondisi RTH di Kecamatan Tallo dan Bontoala. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua kecamatan ini mengalami kekurangan RTH sesuai dengan rencana RTRW Kota Makassar. Arahan pengembangan RTH publik di Kecamatan Tallo dan Bontoala meliputi kerjasama dengan pihak swasta, pemanfaatan bantuan pemerintah dan masyarakat, serta upaya mempertahankan dan memperluas RTH yang ada. Selain itu, penting untuk menjaga ketersediaan RTH melalui sosialisasi, pemerataan jumlah dan luas RTH sesuai kebutuhan penduduk, dan implementasi peraturan terkait secara tegas dan konsisten. Potensi lahan kosong juga perlu dimanfaatkan, serta penetapan kawasan RTH publik untuk menghindari alih fungsi lahan menjadi kawasan terbangun.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame machine prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. The Gemma side is a direct model label for every work in the frame, read from the title-only record. The Codex side is a classifier learned from the 10,348 direct Codex labels and calibrated to design-weighted sample rates; fields without enough sample support carry no Codex call. Candidate is the union of the two sides; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels.
Distilled classifier scores by category (both heads)
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.001 | 0.001 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.001 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.000 | 0.000 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.001 |
| Science and technology studies | 0.004 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.005 | 0.002 |
| Open science | 0.001 | 0.003 |
| Research integrity | 0.001 | 0.002 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.069 | 0.019 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; a candidate call from one source (direct Gemma or distilled Codex), not a consensus.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".