Revitalisasi Pemikiran Pendidikan Pesantren Perspektif Yudian Wahyudi dan Azyumardi Azra
Bibliographic record
Abstract
Saat ini pesantren dituntut untuk melakukan perubahan, pengembangan, inovasi yang dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman, namun kebanyakan pesantren saat ini masih tetap menggunakan metode-metode bakunya, seperti metode hafalan, sorogan, dan bandogan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang bagaimana pemikiran pendidikan pesantren menurut Yudian Wahyudi dan Azyumardi Azra. Dalam memperoleh data, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dengan memanfaat sumber data primer dan sekunder yang kemudian data di analisis menggunakan analisis isi. Diantara hasil penelitian yang didapat adalah masing-masing memiliki analisa terkait pendidikan pesantren baik menurut Azyumardi Azra maupun Yudian Wahyudi. Menurut Azyumardi Azra, Pesantren di Indonesia sudah mengalami modernisasi, dengan tetap berpedoman pada falsafah sosial budaya pesantren: al-muhafadhu ‘alal qadimis sholeh wal akhdu bil jadidil ashlah Hal tersebut dapat dilihat dari sikap lembaga pendidikan pesantren yang dapat menerima tuntutan perkembangan zaman serta gempuran system teknologi. Sedangkan menurut Yudian ingin memadukan kembali ilmu agama dengan sains-teknologi, pengajaran bahasa arab dan ingris melalui pesantren Nawasea yang ia dirikan. DAFTAR PUSTAKA Afnan, M. (2020). Studi Tentang Tujuan Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra. Jurnal Pemikiran Dan Ilmu Islam, 3(2), 357–384. Azra, A. (1999). Pendidikan Islam: tradisi dan modernisasi menuju milenium baru. Logos Wacana Ilmu. Bashori, B. (2017). Modernisasi Lembaga Pendidikan Pesantren. Jurnal Ilmu Sosial Mamangan, 6(1), 47. https://doi.org/10.22202/mamangan.1313 Fahham, A. M. (2015). Pendidikan Pesantren (Pola pengasuhan, Pembentukan Karakter, dan Perlindungan Anak). Publica Institute Jakarta. Hakim, L. (2017). Azyumardi Azra Sebagai Sejarawan Islam. Majalah Ilmiah Tabuah (Ta’limat, Budaya, Dan Humaniora), 21(2), 11–28. Heriyudanta, M. (2016). Modernisasi Pendidikan Pesantren Perspektif Azyumardi Azra. Mudarrisa, Jurnal, Kajian Pendidikan Islam, 8(1), 145–172. https://doi.org/10.18326/mudarrisa.v8i1.145-172 Krisdiyanto, G., Muflikha, M., Sahara, E. E., & Mahfud, C. (2019). Sistem Pendidikan Pesantren dan Tantangan Modernitas. Tarbawi : Jurnal Ilmu Pendidikan, 15(1), 11–21. https://doi.org/10.32939/tarbawi.v15i1.337 Mas’ud, A. (2002). “Sejarah dan Budaya Pesantren” Dinamika Pesantren dan Madrasah. Pustaka Pelajar. Mastuhu. (1994). Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren. INIS. Muhammad, N. (2012). Karakteristik Jaringan Ulama Nusantara. Jurnal Substantia, 14(128), 73–87. Nata, A. (2004). Abudin Nata, Tokoh-Tokoh Pembaruan Pendidikan Islam di Indonesia. Raja Grafindo Persada. Noor, W. (2018). Azyumardi Azra : Pembaruan Pemikiran dan Kelembagaan Pendidikan Islam di Indonesia. Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam, 5(1), 19–28. https://doi.org/10.32923/tarbawy.v5i1.827 Rosyidah, E. F. (2017). Konstruksi Sosial Pendidikan Pesantren “Analisis Pemikiran Azyumardi Azra.” Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal Of Islamic Education Studies), 5(1), 22–43. Rouf, A. A. A. (2022). Orientalis Plus Di Pondok Pesantren Nawesea Yogyakarta (Studi Literatur Pemikiran Prof. Yudian Wahyudi). Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 10(2), 305–307. Solichin, M. M. (2011). Modernisasi Pendidikan Pesantren. Tadris, 06, 30. Supriatman, Y. Y. (2017). Pendidikan pesantren menurut cak Nur dan yudian wahyudi. I(1), 113–134. Tarigan, S. dan A. A. (2019). Rekonstruksi Peradaban Islam (Perspektif Yudian Wahyudi). Prenadamedia Group. Tolib, A. (2015). Pendidikan Di Pondok Pesantren Modern. Risalah Jurnal Pendidikan Dan Studi Islam, 1(1), 60–66. Wahyudi, Y. (2014). Dari McGill ke Oxford: Bersama Ali Shari’ati dan Bint al-Shati. Pesantren Nawesea Press. Wahyudi, Y. (2022). Tajdid-Tajdid Yudian Wahyudi Mem-Pancasila-kan Al-Asma”. Cakrawala Press. Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.
Fetched live from OpenAlex and de-inverted. Abstracts are not stored in this database: the inverted indexes are 8.6 GB of the frame’s 9.3 GB of text, and the host has 13 GB free.
How this classification was reachedexpand
Full frame distilled prediction
Teacher imitationNot calibrated prevalence, not ground truth. Human validation pending. Learned from the 10,348 direct Codex labels and 10,348 direct Gemma labels. Candidate is the union of thresholded teacher heads; consensus is their intersection. These outputs are machine_predicted_unvalidated and are not human labels or direct frontier model labels.
Codex and Gemma teacher scores by category
| Category | Codex | Gemma |
|---|---|---|
| Metaresearch | 0.004 | 0.000 |
| Meta-epidemiology (narrow) | 0.002 | 0.002 |
| Meta-epidemiology (broad) | 0.002 | 0.002 |
| Bibliometrics | 0.001 | 0.003 |
| Science and technology studies | 0.003 | 0.001 |
| Scholarly communication | 0.006 | 0.004 |
| Open science | 0.003 | 0.001 |
| Research integrity | 0.001 | 0.003 |
| Insufficient payload (model declined to judge) | 0.013 | 0.004 |
Machine scores (provisional)
The two teacher heads of the student model, read on this work. A score orders the frame for review; it never asserts a category, and the validation status ships verbatim with every row.
Baseline scores from an immature model (maturity gate not passed, 7 training rounds). Scores rank; they never assert a category.
score_only:v0-immature-baseline · verbatim from the scoring run: score_only means the number may rank works, and no category label ships from itClassification
machine, unvalidatedMachine predicted; both teacher heads agree on what is shown here.
How this classification was reached, model by model and score by score, is at the end of the page under "How this classification was reached".